Selasa, 03 Januari 2012

DNS SERVER

Domain Name System (DNS) adalah distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address.
Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti:
  • Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address
    sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
  • Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
  • Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.
DNS dapat disamakan fungsinya dengan buku telepon. Dimana setiap komputer di jaringan Internet memiliki host name (nama komputer) dan Internet Protocol (IP) address. Secara umum, setiap client yang akan mengkoneksikan komputer yang satu ke komputer yang lain, akan menggunakan host name. Lalu komputer anda akan menghubungi DNS server untuk mencek host name yang anda minta tersebut berapa IP address-nya. IP address ini yang digunakan untuk mengkoneksikan komputer anda dengan komputer lainnya.
Sejarah DNS
Sebelum dipergunakannya DNS, jaringan komputer menggunakan HOSTS files yang berisi informasi dari nama komputer dan IP address-nya. Di Internet, file ini dikelola secara terpusat dan di setiap loaksi harus di copy versi terbaru dari HOSTS files, dari sini bisa dibayangkan betapa repotnya jika ada penambahan 1 komputer di jaringan, maka kita harus copy versi terbaru file ini ke setiap lokasi. Dengan makin meluasnya jaringan internet, hal ini makin merepotkan, akhirnya dibuatkan sebuah solusi dimana DNS di desain menggantikan fungsi HOSTS files, dengan kelebihan unlimited database size, dan performace yang baik. DNS adalah sebuah aplikasi services di Internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address. Sebagai contoh, www untuk penggunaan di Internet, lalu diketikan nama domain, misalnya: yahoo.com maka akan di petakan ke sebuah IP mis 202.68.0.134. Jadi DNS dapat di analogikan pada pemakaian buku telepon, dimana orang yang kita kenal berdasarkan nama untuk menghubunginya kita harus memutar nomor telepon di pesawat telepon. Sama persis, host komputer mengirimkan queries berupa nama komputer dan domain name server ke DNS, lalu oleh DNS dipetakan ke IP address.
Struktur DNS
Root-Level Domains
Domain ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut dengan level. Level paling atas di hirarki disebut dengan root domain. Root domain di ekspresikan berdasarkan periode dimana lambang untuk root domain adalah (“.”).
Top-Level Domains
Pada bagian dibawah ini adalah contoh dari top-level domains:
  • com : Organisasi Komersial
  • edu : Institusi pendidikan atau universitas
  • org : Organisasi non-profit
  • net : Networks (backbone Internet)
  • gov : Organisasi pemerintah non militer
  • mil  : Organisasi pemerintah militer
  • num : No telpon
  • arpa : Reverse DNS
  • xx : dua-huruf untuk kode negara (id:Indonesia,sg:singapura,au:australia,dll)
Top-level domains dapat berisi second-level domains dan hosts.
dns
Second-Level Domains
Second-level domains dapat berisi host dan domain lain, yang disebut dengan subdomain. Untuk contoh: Domain Bujangan, bujangan.com terdapat komputer (host) seperti server1.bujangan.com dan subdomain training.bujangan.com. Subdomain training.bujangan.com juga terdapat komputer (host) seperti client1.training.bujangan.com.

Host Names
Domain name yang digunakan dengan host name akan menciptakan fully qualified domain name
(FQDN) untuk setiap komputer. Sebagai contoh, jika terdapat fileserver1.detik.com, dimana fileserver1 adalah host name dan detik.com adalah domain name.
Bagaimana DNS Bekerja?
Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan). Client DNS disebut dengan resolvers dan DNS server disebut dengan name servers. Resolvers atau client mengirimkan permintaan ke name server berupa queries. Name server akan memproses dengan cara mencek ke local database DNS, menghubungi name server lainnya atau akan mengirimkan message failure jika ternyata permintaan dari client tidak ditemukan. Proses tersebut disebut dengan Forward Lookup Query, yaitu permintaan dari client dengan cara memetakan nama komputer (host) ke IP address.

dns2
  • Resolvers mengirimkan queries ke name server
  • Name server mencek ke local database, atau menghubungi name server lainnya, jika ditemukan akan diberitahukan ke resolvers jika tidak akan mengirimkan failure message
  • Resolvers menghubungi host yang dituju dengan menggunakan IP address yang diberikan name server
Kesimpulan
DNS adalah hasil pengembangan dari metode pencarian host name terhadap IP address di Internet. Pada DNS client (resolver) mengirimkan queries ke Name Server (DNS). Name Server akan menerima permintaan dan memetakan nama komputer ke IP address Domain Name Space adalah pengelompokan secara hirarki yang terbagi atas root-level domains, top-level domains, second-level domains, dan host names.

WEB SERVER

Pengertian Web Server
Web server merupakan software yang memberikan layanan data yang berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan browser web dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman - halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML
Macam - macam Web Server diantanya:
Apache Web Server - The HTTP Web Server
1.Apache Tomcat
2.Microsoft windows Server 2003 Internet Information Services (IIS)
3.Lighttpd
4.Sun Java System Web Server
5.Xitami Web Server
6.Zeus Web Server Namun web yang terkenal dan yang sering digunakan adalah Apache dan Microsoft Internet Information Service (IIS).
Cara kerja web server :
1. Cara kerja Web Server Web server merupakan mesin dimana tempat aplikasi atau software beroperasi dalam medistribusikan web page ke user, tentu saja sesuai dengan permintaan user.
2. Hubungan antara Web Server dan Browser Internet merupakan gabungan atau jaringan Komputer yg ada di seluruh dunia. Setelah terhubung secara fisik, Protocol TCP/IP (networking protocol) yg memungkinkan semua komputer dapat berkomunikasi satu dengan yg lainnya. Pada saat browser meminta data web page ke server maka instruksi permintaan data oleh browser tersebut di kemas di dalam TCP yg merupakan protocol transport dan dikirim ke alamat yg dalam hal ini merupakan protocol berikutnya yaitu Hyper Text Transfer Protocol (HTTP). HTTP ini merupakan protocol yg digunakan dalam World Wide Web (WWW) antar komputer yg terhubung dalam jaringan di dunia ini. Untuk mengenal protocol ini jelas sangan mudah sekali dimana setiap kali anda mengetik http://… anda telah menggunakannya, dan membawa anda ke dunia internet. Data yg di passing dari browser ke Web server disebut sebagai HTTP request yg meminta web page dan kemudian web server akan mencari data HTML yg ada dan di kemas dalam TCP protocol dan di kirim kembali ke browser. Data yg dikirim dari server ke browser disebut sebagai HTTP response. Jika data yg diminta oleh browser tidak ditemukan oleh si Web server maka akan meninbulkan error yg sering anda lihat di web page yaitu Error : 404 Page Not Found.
Hal ini memberikan cita rasa dari suatu proses yang tridimensional, artinya pengguna internet dapat membaca dari satu dokumen ke dokumen yang lain hanya dengan mengklik beberapa bagian dari halaman-halaman dokumen (web) itu. Proses yang dimulai dari permintaan webclient (browser), diterima web server, diproses, dan dikembalikan hasil prosesnya oleh web server ke web client lagi dilakukan secara transparan. Setiap orang dapat dengan mudah mengetahui apa yang terjadi pada tiap-tiap proses. Secara garis besarnya web server hanya memproses semua masukan yang diperolehnya dari web clientnya.

DHCP SERVER

Protokol Konfigurasi Hos Dinamik (PKHD) (bahasa Inggris: Dynamic Host Configuration Protocol adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.
DHCP didefinisikan dalam RFC 2131 dan RFC 2132 yang dipublikasikan oleh Internet Engineering Task Force. DHCP merupakan ekstensi dari protokol Bootstrap Protocol (BOOTP).
Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.
DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya.
DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan "penyewaan" alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut:
  1. DHCPDISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.
  2. DHCPOFFER: Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.
  3. DHCPREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.
  4. DHCPACK: DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.
Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki alamat. Untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama, hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat (address renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya.
Berbeda dengan sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP server tersebut berbenturan, karena protokol IP tidak mengizinkan dua host memiliki alamat yang sama.
Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat menetapkan sebuah alamat statik kepada klien, sehingga alamat klien akan tetap dari waktu ke waktu.
Catatan: DHCP server harus memiliki alamat IP yang statis.

[sunting] DHCP Scope

DHCP Scope adalah alamat-alamat IP yang dapat disewakan kepada DHCP client. Ini juga dapat dikonfigurasikan oleh seorang administrator dengan menggunakan peralatan konfigurasi DHCP server. Biasanya, sebuah alamat IP disewakan dalam jangka waktu tertentu, yang disebut sebagai DHCP Lease, yang umumnya bernilai tiga hari. Informasi mengenai DHCP Scope dan alamat IP yang telah disewakan kemudian disimpan di dalam basis data DHCP dalam DHCP server. Nilai alamat-alamat IP yang dapat disewakan harus diambil dari DHCP Pool yang tersedia yang dialokasikan dalam jaringan. Kesalahan yang sering terjadi dalam konfigurasi DHCP Server adalah kesalahan dalam konfigurasi DHCP Scope.

[sunting] DHCP Lease

DHCP Lease adalah batas waktu penyewaan alamat IP yang diberikan kepada DHCP client oleh DHCP Server. Umumnya, hal ini dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa oleh seorang administrator dengan menggunakan beberapa peralatan konfigurasi (dalam Windows NT Server dapat menggunakan DHCP Manager atau dalam Windows 2000 ke atas dapat menggunakan Microsoft Management Console [MMC]). DHCP Lease juga sering disebut sebagai Reservation.

[sunting] DHCP Options

DHCP Options adalah tambahan pengaturan alamat IP yang diberikan oleh DHCP ke DHCP client. Ketika sebuah klien meminta alamat IP kepada server, server akan memberikan paling tidak sebuah alamat IP dan alamat subnet jaringan. DHCP server juga dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa agar memberikan tambahan informasi kepada klien, yang tentunya dapat dilakukan oleh seorang administrator. DHCP Options ini dapat diaplikasikan kepada semua klien, DHCP Scope tertentu, atau kepada sebuah host tertentu dalam jaringan.
Dalam jaringan berbasis Windows NT, terdapat beberapa DHCP Option yang sering digunakan, yang dapat disusun dalam tabel berikut.
Nomor DHCP Option Nama DHCP Option Apa yang dikonfigurasikannya
003 Router Mengonfigurasikan gateway baku dalam konfigurasi alamat IP. Default gateway merujuk kepada alamat router.
006 DNS Servers Mengonfigurasikan alamat IP untuk DNS server
015 DNS Domain Name Mengonfigurasikan alamat IP untuk DNS server yang menjadi "induk" dari DNS Server yang bersangkutan.
044 NetBIOS over TCP/IP Name Server Mengonfigurasikan alamat IP dari WINS Server
046 NetBIOS over TCP/IP Node Type Mengonfigurasikan cara yang digunakan oleh klien untuk melakukan resolusi nama NetBIOS.
047 NetBIOS over TCP/IP Scope Membatasi klien-klien NetBIOS agar hanya dapat berkomunikasi dengan klien lainnya yang memiliki alamat DHCP Scope yang sama.

Kamis, 14 April 2011

Kisruh Nurdin Halid

PSSI DIAMBANG KISRUH, NURDIN HALID BILANG :”EMANG GUA PIKIRIN…”

 

Memasuki tahun 2011, PSSI yang mestinya sudah punya modal untuk dapat memiliki tim nas yang tangguh, punya dukungan masyarakat yang begitu tinggi fanatisme dan rasa kebanggaannya kepada tim nas, ternyata peluang ini tidak dijadikan momentum untuk membenahi pola pikir dan manajemen PSSI sendiri.
Lihatlah apa yang dilakukan PSSI dengan akan digulirkannya Liga Primer Indonesia, bukannya PSSI mendukung kompetisi yang akan menambah semarak kompetisi sepak bola di Indonesia, malah PSSI merasa tersaingi, PSSI  sibuk menebar ancaman kepada pemain yang ikut dalam kompetisi Liga Primer, mereka yang ikut bermain dalam Kompetisi Liga Primer tidak akan dipakai dalam tim nas.   Begitu juga kepada wasit yang ikut memimpin pertandingan LPI akan dilaporkan statusnya kepada FIFA.   Saking merasa tersaingi PSSI sampai bersedia menyiapkan pengacara untuk membela pemain yang ada di klub LPI jika tidak ingin bermain disana dan siap mencarikan klub baru untuk pemain itu.
Sungguh kerdil pola pikir PSSI (baca pengurus PSSI) dengan tindakannya, bukannya PSSI senang dan berterima kasih karena ada insan sepak bola yang mau memajukan sepak bola Indonesia yang nota bene memang yang melaksanakan adalah diluar struktur PSSI, eh… malah PSSI merasa tertandingi.   Seharusnya PSSI bersikap bijak, artinya biarkan dan dukung kompetisi LPI, jadikan juga LPI sebagai ajang untuk mencari bibit-bibit pemain, bukan malah mengancam bahwa pemain yang ikut dalam LPI tidak akan dipanggil untuk tim nas, kalau begitu dimana rasa nasionalisme para pengurus, seandainya pemain tim nas yang kemarin bertanding di Piala AFF seluruhnya ikut LPI,beranikan PSSI menebar ancaman kepada seluruh pemain itu ? tentunya PSSI akan berpikir ulang.
Jangan-jangan besok-besok saking kerdilnya pola pikir pengurus PSSI akan keluar larangan bahwa pemain Indonesia yang bermain di club luar negeri tidak akan dipanggil untuk tim nas sebaik apapun dia, jangan-jangan PSSI akan bilang bahwa pemain seperti ini tidak nasionalis.
Kalau PSSI bijak, biarkan LPI bergulir, dukung LPI.    Liga Super Indonesia terus jalankan, berjalan beriringan biarkan masyarakat yang akan menilai kompetisi mana yang terbaik, akan mendjadi pertanyaan dan harus menjadi pertanyaan bagi PSSI dan kita semua, kenapa PSSI merasa tersaingi, apakah ada unsur bisnis dalam masalah ini ? apakah PSSI merasa takut bahwa LPI akan berjalan dan lebih banyak didukung oleh masyarakat dibanding dengan LSI ?
Menjadi pertanyaan bagi kita, apa yang telah diberikan pengurus PSSI sekarang selama 7 tahun mengelola PSSI, tak ada satupun trophy yang bisa dibawa PSSI ? Seorang NH dalam dialog dengan sebuah media layar kaca sehari setelah tim nas kalah, masih dengan bangganya mengatakan bahwa pengurus bisa membangkitkan rasa kebangsaan dan rasa nasionalisme yang tinggi buat bangsa Indonesia.   Menurut dia baru kali ini penonton Indonesia memberikan semangat yang begitu luar biasa kepada tim nas, baru kali ini penonton begitu membludak datang ke GBK……ha..ha…. Saya teringat bahwa dimasa  70 an  GBK selalu tumpah ruah oleh penonton jika tim nas bertanding, saya ingat benar tak pernah ada penonton yang harus mati karena kelelahan antri karcis, semua teratur.   Pada waktu pertandingan pra olympiade tim nas melawan Korea Utara, waktu itu PSSI dilatih oleh Cover dari Belanda, penonton di istora lebih dari 100 ribu orang dan Indonesia kalah dalam adu penalti, penonton menerima semua itu dengan sportif, pulang dengan tertib dan tidak ada kerusuhan, jadi rasa nasionalisme itu sudah ada dalam hati setiap bangsa Indonesia, bukan karena PSSI sejak di pimpin oleh NH sekarang ini.
Menarik apa yang dikatakan oleh NH, ketika ditanyakan soal teriakan-teriakan massa yang meminta NH mundur, atau tuntutan dari begitu banyak daerah yang meminta ia mundur, dengan enteng NH menjawab :”Saya ngak peduli….”
Pengamat politik yang juga hobby sepak bola Effendi Gazali ketika diminta tanggapannya soal permintaan mundur untuk para pemimpin di Indonesia, EG bilan g, yach paling-paling jawaban klasik mereka adalah “mundur itu ada aturannya, ada etikanya, ada aturannya tida bisa ujug-ujug mundur”, begitulah dan benar jawaban yang sama diberikan oleh NH pada saat ditanyakan soal permintaan mundur dirinya sebagai ketum PSSI.   NH merasa bahwa permintaan mundur dari banyak pihak karena ada yang memprovokasi.
Kalau para pemain sudah berjiwa besar,  sangat disayangkan pengurus PSSI tidak punya jiwa dan semagat yang sama dengan para pemain.   Pengurus masih main intimidasi dan ancaman layak preman.
Bravo tim nas, terus berprestasi, rakyat Indonesia ada dibelakang kalian, jangan pernah takut dengan ancaman dan intimidasi, mari kita bersikap profesional.

Laskar Garuda oleh Kita Semua

Timnas Terbuka untuk Semua Anak Bangsa

 
Para pemain yang berlaga di Liga Primer Indonesia berpeluang untuk memperkuat timnas Indonesia. Saat ini pintu masuk membela timnas terbuka lebar bagi anak bangsa yang mempunyai prestasi. Demikian diungkapkan Wakil Sekjen PSSI yang secara sah telah ditunjuk Komite Normalisasi Johar Arifin di Jakarta, Rabu (13/4).

Menurut Johar, Irfan Bachdim dan lainnya bisa mengikuti program seleksi timnas tanpa harus terbelenggu aturan seperti saat PSSI dipimpin Nurdin Halid.
"Pertemuan kami dengan Kemenpora salah satunya membahas kesiapan timnas untuk Sea Games. Kami sepakat target nanti harus juara karenanya seluruh pemain berprestasi akan dilibatkan," kata Johar.

Dengan dibukanya regulasi tersebut, kini peluang Irfan Bachdim, Kim Kurniawan, maupun Andik Firmansyah untuk berkostum garuda di dada sangat terbuka lebar. Namun, tentu saja mereka harus terlebihdulu tampil memikat di depan sang pelatih, Alfred Riedl.

"Jadi sekarang Irfan Bachdim dan lainnya berpeluang masuk seleksi timnas," tegasnya.